Follow Us @ilmamubarok

13 Agustus, 2019

KEUTAMAAN HARI TASYRIK



Hari raya Idul Adha belum lama berlalu dan masih tercium hawa-hawa idul adha. Idul adha sangatlah identic dengan sapi dan ambing. Namun, dibalik itu, yang harus kita ingat selalu di hari Idul Adha adalah  tentang kisah Nabi Ismail AS yang memiliki ketaatan luhur kepada kedua orangtuanya, yaitu Nabi Ibrahim AS (ayahnya) dan Siti Hajar (ibunya). Yang mana sewaktu Nabi Ismail harus Ridho untuk mengorbankan dirinyaguna memenuhi perintah Allah SWT. Perintah itu dating dikabarkan lewat mimpi sang ayah, atas seruan dari Allah SWT agar Nabi Ibrahim segera memenuhi nadzarnya, yaitu  berkenan menyembelih anaknya bernama ismail.
Padahal beliau amat saying dengan putranya tersebut, apalagi kala itu Ismail kecil masih berumur 7 tahun. Tapi karena itu semua adalah perintah Allah SWT, akhirnya pengorbanan tetap dilakukan dengan dasar ketaatan. Tidak ada rasa nikmat sedikit pun jika tidak menaati perintah dari sang pencipta alam semesta. Karena itulah dibalik sebuah ujian berat itu, akhirnya Allah SWT telah mengganti Ismail dengan satu ekor domba, yang sampai hari ini kita peringati dengan sebutan Hari Raya Kurban/ Idul Adha. Dimana setiap orang muslim dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan peliharaan berupa kambing, kerbau atau sapi sebagaimana tuntunan/ risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Usai melewati Idul Adha dengan penuh kebahagiaan, kini kita diingatkan kembali pada hari Tasyrik. Bertepatan pada tanggal 11, 12, 13 bulan Dzulhijjah, merupakan hari tanpa puasa, tidak seperti hari –hari sebelumnya yaitu hari tarwiyah dan arafah. Maka, berdasarkan sabda Rasulullah SAW, sempat dijelaskan bahwa hari tasyrik merupkan hari makan dan minum. Ini artinya terdapat larangan untuk berpuasa di hari tersebut bukan? Berikut beberapa keutamaan hari tasyrik :
1.       Hari Berdzikir
Memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT pada hari-hari tasyrik atau sebelumnya memang sangat dianjurkan, baik itu berupa takbir, tahmid dan berbagai bacaan dzikir yang lain terlebih seusai melaksanakan shalat fardhu lima waktu.
2.       Tempat meminta kebaikan dunia akhirat
Sebagaimana do’a Rasulullah SAW ketika datangnya hari tasyrik ini, maka beliau pun membaca do’a-do’a yang berkenan dengan kebaikan dunia dan akhirat. Berdasarkan hadits diriwayatkan dari Annas bin Malik ra, ia berkata :
“ bahwasannya do’a Rsulullah SAW yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW yaitu Rabbana Aatinaa fii dunyaa Hasanah Wa Fil Aakhiratil Hasanah Waqina ‘Azaabannar.” (HR. Bukhari  dan Muslim)
Ini artinya bagi setiap muslim dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca do’a tersebut, agar supaya Allah SWT selalu memberikan kebaikan di Dunia maupun di Akhirat kelak.
3.       Hari terkabulnya do’a
Sebagaimana dalam lathoif Al-Ma’arif diterangkan sebuah riwayat dari kinanah Al-Quraisy, bahwasannya ia mendengar Abu Musa Al- As’ari ra berkhutbah di hari an-Nahr (Idul Adha), dan berkata :
“Pada tiga hari setelah An-Nahr, itulah yang disebut oleh Allah SWT sebagai ayyamul ma’dudat. Berdo’a di hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdo’alah kamu semua dengan berharap kepada-Nya.”
Tiga hari seusai Idul Adha yang dimaksud 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah, dimana  pada hari tersebut penuh dengan keberkahan karena Allah SWT telah memuliakannya. Sehingga kita semua juga tidak boleh melewatkan untuk selalu memanjatkan do’a sebanyak-banyaknya bukan? Dan semoga kita tergolong menjadi orang yang mampu meraih semua keutamaan itu. Aamiin Ya Rabbal ‘alamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar