Hari raya Idul Adha belum lama berlalu dan masih tercium hawa-hawa idul
adha. Idul adha sangatlah identic dengan sapi dan ambing. Namun, dibalik itu,
yang harus kita ingat selalu di hari Idul Adha adalah tentang kisah Nabi Ismail AS yang memiliki
ketaatan luhur kepada kedua orangtuanya, yaitu Nabi Ibrahim AS (ayahnya) dan
Siti Hajar (ibunya). Yang mana sewaktu Nabi Ismail harus Ridho untuk
mengorbankan dirinyaguna memenuhi perintah Allah SWT. Perintah itu dating
dikabarkan lewat mimpi sang ayah, atas seruan dari Allah SWT agar Nabi Ibrahim
segera memenuhi nadzarnya, yaitu
berkenan menyembelih anaknya bernama ismail.
Padahal beliau amat saying dengan putranya tersebut, apalagi kala itu
Ismail kecil masih berumur 7 tahun. Tapi karena itu semua adalah perintah Allah
SWT, akhirnya pengorbanan tetap dilakukan dengan dasar ketaatan. Tidak ada rasa
nikmat sedikit pun jika tidak menaati perintah dari sang pencipta alam semesta.
Karena itulah dibalik sebuah ujian berat itu, akhirnya Allah SWT telah
mengganti Ismail dengan satu ekor domba, yang sampai hari ini kita peringati
dengan sebutan Hari Raya Kurban/ Idul Adha. Dimana setiap orang muslim
dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan peliharaan berupa kambing,
kerbau atau sapi sebagaimana tuntunan/ risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW.
Usai melewati Idul Adha dengan penuh kebahagiaan, kini kita diingatkan
kembali pada hari Tasyrik. Bertepatan pada tanggal 11, 12, 13 bulan Dzulhijjah,
merupakan hari tanpa puasa, tidak seperti hari –hari sebelumnya yaitu hari
tarwiyah dan arafah. Maka, berdasarkan sabda Rasulullah SAW, sempat dijelaskan
bahwa hari tasyrik merupkan hari makan dan minum. Ini artinya terdapat larangan
untuk berpuasa di hari tersebut bukan? Berikut beberapa keutamaan hari tasyrik
:
1.
Hari Berdzikir
Memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT
pada hari-hari tasyrik atau sebelumnya memang sangat dianjurkan, baik itu
berupa takbir, tahmid dan berbagai bacaan dzikir yang lain terlebih seusai
melaksanakan shalat fardhu lima waktu.
2.
Tempat meminta kebaikan
dunia akhirat
Sebagaimana do’a Rasulullah SAW
ketika datangnya hari tasyrik ini, maka beliau pun membaca do’a-do’a yang
berkenan dengan kebaikan dunia dan akhirat. Berdasarkan hadits diriwayatkan
dari Annas bin Malik ra, ia berkata :
“ bahwasannya do’a Rsulullah SAW yang
paling banyak dibaca oleh Nabi SAW yaitu Rabbana Aatinaa fii dunyaa Hasanah Wa
Fil Aakhiratil Hasanah Waqina ‘Azaabannar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini artinya bagi setiap muslim
dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca do’a tersebut, agar supaya Allah SWT
selalu memberikan kebaikan di Dunia maupun di Akhirat kelak.
3.
Hari terkabulnya do’a
Sebagaimana dalam lathoif Al-Ma’arif
diterangkan sebuah riwayat dari kinanah Al-Quraisy, bahwasannya ia mendengar
Abu Musa Al- As’ari ra berkhutbah di hari an-Nahr (Idul Adha), dan berkata :
“Pada tiga hari setelah An-Nahr,
itulah yang disebut oleh Allah SWT sebagai ayyamul ma’dudat. Berdo’a di hari
tersebut tidak akan tertolak, maka berdo’alah kamu semua dengan berharap kepada-Nya.”
Tiga hari seusai Idul
Adha yang dimaksud 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah, dimana pada hari tersebut penuh dengan keberkahan
karena Allah SWT telah memuliakannya. Sehingga kita semua juga tidak boleh
melewatkan untuk selalu memanjatkan do’a sebanyak-banyaknya bukan? Dan semoga
kita tergolong menjadi orang yang mampu meraih semua keutamaan itu. Aamiin Ya
Rabbal ‘alamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar